Dari sebuah pos kamling sederhana di Cakung, Jakarta Timur, lahirlah perpustakaan mini, yang kini menjadi ruang bermain sekaligus belajar bagi anak-anak. Namanya Bale Buku. Di balik berdirinya Bale Buku, ada kisah tentang kepedulian terhadap anak-anak yang kala itu terlalu larut dalam handphonenya. Naidih Muhammad Zein (59), salah satu pendirinya, mengenang masa awal pandemi Covid-19 sebagai cikal bakal berdirinya Bale Buku.
Ia resah melihat banyak anak yang usai belajar daring langsung tenggelam dalam layar ponselnya sepanjang hari. “Awalnya saya prihatin. Saat pandemi banyak anak ketergantungan gawai, selesai belajar langsung main gawai,” kata Naidih, Rabu (6/8/2025).
Keresahan itu rupanya juga dirasakan para pemuda karang taruna di lingkungannya. Mereka lantas mengusulkan ide memanfaatkan pos kamling sebagai perpustakaan mini. Tujuannya sederhana, menyediakan ruang alternatif agar anak-anak tak terus-menerus terpaku pada layar ponsel. Naidih yang saat itu menjabat pengurus RT menyambut gagasan tersebut. Bersama warga, ia mengubah pos ronda menjadi tempat baca sederhana.
Sumber : Kompas.com
